Selamat datang di situsku semoga bermanfaat,salam sehat sukses milik kita bersama
profit50ribu

Sabtu, 24 Oktober 2009

Diet Batu Ginjal

:-)Jenis Batu ginjal
1.batu kalsium
2.batu struvit
3.batu asam urat
4.batu sistin
5.batu xantin
Batu ginjal dapat terbentuk dari garam kalsium,asam urat,sistin dan struvit,dimana yang terbanyak adalah dari kalsium oksalat dan kalsium fosfat.

Batu kalsium banyak terjadi pada laki-laki yang berusia sekitar 30 tahunan.sedangkan pada wanita biasanya sebagai akibat dari infeksi saluran kemih yaitu batu magnesium.

batu ginjal terbentuk karena adanya gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

:-oGejala Batu Ginjal
1.nyeri pada saat buang air kecil
2.hematuria
3.nyeri daerah pinggang kanan atau kiri
4.nyeri di saluran kemih
5.oliguri

;-)faktor pencetus timbulnya batu ginjal:
1.metabolisme kalsium dari urin,hipercalsiuria
2.metabolisme sistin,hipercistinuria

:-ofaktor lain timbulnya batu ginjal adalah:
1.umur
2.jenis kelamin
3.diet
4.pekerjaan

:-)nah ini yang penting :
1.makanan yang boleh di makan
a.sumber hidrat arang;beras,roti,mie,makaroni,bihun,tepung-tepungan.
b.sumber protein hewani :telur,daging,unggas,ikan tanpa tulang.
c.sumber makanan nabati : tahu/tempe maksimum 50 g sehari;kacang-kacangan kering maksimum 25 g sehari
d.lemak :minyak,mentega,margarin
e.sayuran :semua sayuran kecuali:bayam,daun melinjo,daun pepaya,daun lamtoro,daun singkong,daun talas,daun katuk,daun kelor,jantung pisang,buah melinjo,sawi,leunca,maksimum 200 gr sehari
f.buah-buahan :semua buah-buahan yang segar maksimum 200 gr sehari.

2.maaf kawan,ini makanan yang tidak boleh dulu di makan,
a.sumber hidrat arang :kentang,ubi,singkong,biskuit dan kue yang di buat dari susu.
b.sumber protein hewani :susu,keju,udang,kepiting,ikan teri,ikan asin,sarden,otak,ginjal,hati,jantung.
c.sayuran : bayam,daun mangkokan,daun melinjo,daun pepaya,daun singkong,daun talas,daun kelor,jantung pisang,sawi,leunca
d.buah-buahan :semua buah yang di keringkan
e.lain-lain :minuman yang mengandung soda,coklat,soda,kue.

!!!bagi penderita batu ginjal di anjurkan untuk banyak minum air putih yaitu minum sebanyak 2500ml/hari!!!
contoh menu sehari :
pagi :
-nasi
-dadar isi sayur
-teh manis
pukul 10.00 kue rendah susu
siang :
-nasi
-empal daging
-tempe bacem
-sayur asem
-pepaya
sore :
-nasi
-ikan acar
-tahu goreng
-tumis kangkung
-pisang
Daftar pustaka :
leaplet instalansi RSU Banjar.
website kesehatan
yadi-bisniskesehatan.blogspot.com

Website ebook
www.RahasiaWebsitepemula/?id=yadifzrn

Selasa, 20 Oktober 2009

PHBS

1.PHBS di Rumah Tangga.

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu,mau,dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam pergerakan kesehatan di masyarakat.
ada 10 yang di fokuskan PHBS yaitu:
1.persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan.
2.memberi asi eksklusif
3.menimbang balita setiap bulan.
4.menggunakan air bersih.
5.mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
6.menggunakan jamban sehat.
7.memberantas jentik di rumah min seminggu 1x
8makan buah dan sayur setiap hari.
9.melakukan aktifitas fisik setiap hari.
10.tidak merokok di dalam rumah.(kalau bisa di luar rumah juga kita coba bertahan untuk tidak merokok kawan,ok)

2.PHBS di Institusi kesehatan.

semua PHBS diharapkan di lakukan di institusi kesehatan,namun demikian,institusi kesehatan telah masuk kategori sehat jika 1.menggunakan air bersih.
2.menggunakan jamban.
3.membuang sampah pada tempatnya.
4.tidak merokok di institusi kesehatan.
5.tidak meludah sembarangan.
6.memberantas jentik nyamuk.

3.PHBS di sekolah.
adalah sekumpulan perilaku yang di praktekkan oleh peserta didik,guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran,sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit,meningkatkan kesehatannya,serta berperan aktif dalam mewujudkan kingkungan sehat.

4.PHBS di tempat kerja.
adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu,mau,mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.
antara lain :
1.tidak merokok di tempat kerja.
2.membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.
3.melakukan olahraga secara teratur/aktifitas pisik.
4.mencuci tangan dengan air bersih
5.memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.
6.menggunakan air bersih.
7.menggunakan jamban saat bak dan bab.
8.membuang sampah pada tempatnya.
9.mempergunakan Alat Pelindung diri (APD) sesuai jenìs pekerjaan.

5.PHBS di tempat umum.
tempat umum misal:
sarana pariwisata,sarana ibadah,di rumah makan,di angkutan umum,sarana olah raga dll
website frontpage
yadi-bisniskesehatan.blogspot.com

program dapat Rp,Dollar...?

Salam sehat,sukses selalu
yadi-bisniskesehatan.com
ada berbagai situs yang memberikan imbalan kepadakita.
1.PTC
paid to klick
2.PPC
payperclik
3.PPS
payper sale
untuk lebih jelasnya ada pada www.rahasiawebsitepemula.com/?id=yadifzrn

Minggu, 18 Oktober 2009

Desa siaga

Desa siaga adalah desa/kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan,bencana dan kegawat-daruratan kesehatan secara mandiri.
*Tujuan Desa Siaga :
1.meningkakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
2.meningkatnya kegiatan masyarakat desa dalam mengantisipasi dan melaksanakan tindakan penyelamatan ibu hamil,melahirkan,nifas,bayi dan anak menuju penurunan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu(AKI).
2.Meningkatnya kegiatan masyarakat desa dalam pengamanan penyakit/faktor-faktor resiko dan kesiap-siagaan serta penanggulangan bencana,kejadian luar biasa,wabah,kegawat-daruratan,dsb.
4.meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan Perilaku Hidup Bersi dan Sehat (PHBS).
5.Meningkatnya sanitasi dasar
6.Meningkatnya kemauan dan kemampuan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan melaksanakan upaya masalah yang terorganisasi.di harapkan para pemuka masyarakat siap menjadi Tim Pengembangan Masyarakat.
3.Survei Mawas Diri/identifikasi masalah dan potensì,bertujuan agar pemuka masyarakat/kader mampu melakulan telaah mawas diri sehingga dapat diidentifikasi masalah-masalah kesehatan serta daftar potensi desa yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.
4.Musyawarah Masyarakat Desa,adalah pertemuan warga masyarakat untuk membahas hasil survey mawas diri,merumuskan masalah,menetapkan prioritas masalah,merumuskan alternatif pemecahan masalah,menetapkan alternatif pemecahan masalah yang layak,dukungan dan kontribusi masing-masing pihak serta merencanakan kegiatan dan jadwal
pelaksanaannya.
5.Pelaksanaan kegiatan :
-Pemilihan pengurus dan kader desa siaga.
-orientasi/pelatihan kader desa siaga
-pengembangan poskesdes
-Penyelenggaran kegiatan desa siaga sesuai perencanaan yang di buat.di harapkan secara bertahap memenuhi 8 indikator desa siaga.
6.pembinaan dan peningkatan
:-oIndikator Desa Siaga:
1.adanya forum masyarakat desa.
2.adanya sarana/fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan sistem rujukannya.
3.adanya UKBM yang dikembangkan.
4.adanya sistem pengamatan penyakit dan faktor resiko berbasis masyarakat.
5.adanya sitem kesiap-siagaan penanggulangan kegawat-daruratan dan bencana berbasis masyarakat.
6.adanya upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat.
8.adanya upaya menciptakan dan terwujudnya keluarga sadar gizi(kadarzi).

DAFTAR CPNS DEPKES 2009

CPNS 2009 : DEPKES
P E N G U M U M A N

NOMOR : KP.01.02.1.1.0514
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2009
Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan D-III/D-IV/S1/S2 untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Departemen Kesehatan Tahun 2009 yang akan ditempatkan di Kantor Pusat dan seluruh Unit Pelaksana Teknis milik Departemen Kesehatan di Daerah.

1. PERSYARATAN UMUM :
a. Warga Negara Republik Indonesia.
b. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat 01 Desember 2009.
c. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan.


d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun pegawai swasta.
e. Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri, anggota/pengurus partai politik dan tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain.
f. Berbadan sehat.

2. PERSYARATAN KHUSUS
a. Bagi pelamar yang mendaftar untuk mengisi formasi Dokter/Dokter Gigi :
• Memiliki STR sebagai Dokter/Dokter Gigi.
• Tidak berstatus sebagai peserta PPDS.
• Prioritas pasca PTT (Pegawai Tidak Tetap).
b. Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Non Kesehatan (Ilmu Komputer, Ekonomi dan lain-lain) melampirkan foto copy Transkrip yang mencantumkan peminatan atau Surat Keterangan yang menyatakan program studi/peminatan/jurusan dari institusi.
c. Peminatan formasi pendidikan S2 harus melampirkan ijazah D-IV/S1 yang sejalur/sesuai dengan program studi.
d. Peminatan pada Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk formasi pendidikan D-III Kesehatan Lingkungan dan S1 Kesehatan Masyarakat hanya untuk Pria.

3. ALOKASI FORMASI
Alokasi formasi pada setiap propinsi dapat dilihat secara lengkap di lembar terlampir.

4. JADWAL KEGIATAN :
Pengumuman Alokasi Formasi dimulai tanggal 05 Oktober 2009
No Kegiatan Waktu
1. Pendaftaran registrasi on-line 11 – 14 Oktober 2009
2. Pengiriman berkas ke PO Box propinsi peminatan (Daftar Nomor PO Box terlampir) 11 – 22 Oktober 2009
3. Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi 26 Oktober 2009
4. Pengambilan Kartu Peserta Ujian di Propinsi Peminatan 27 – 29 Oktober 2009
5. Pelaksanaan Ujian Tulis 31 Oktober 2009 (**contoh soal lihat di www.cpnsonline.com )
6. Pengumuman Kelulusan Ujian Tulis 14 Nopember 2009
7. Daftar ulang secara on-line bagi peserta yang lulus Ujian Seleksi 15 – 17 Nopember 2009
8. Pemberkasan di Unit Kerja Peminatan 19 – 30 Nopember 2009

5. TAHAPAN SELEKSI PENERIMAAN CPNS
5.1. Registrasi On-line
a. Pendaftaran pelamar dilaksanakan secara on-line melalui www.ropeg-depkes.or.id dan www.kepegawaian.depkes.go.id mulai tanggal 11 s/d 14 Oktober 2009 .
b. Melakukan registrasi on-line yang dapat diakses dalam website dengan memperhatikan langkah-langkah pengisian secara cermat dan hati-hati. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan dokumen pendukung mengakibatkan ketidaklulusan proses seleksi administrasi.
c. Setiap pelamar hanya diperkenankan mendaftar pada 1 (satu) peminatan unit kerja dan tidak diperkenankan untuk mengubah pilihan peminatan yang sudah didaftarkan.
d. Mencetak hasil registrasi on-line, menempel 1 (satu) lembar pas foto berwarna yang terbaru ukuran 4 x 6 dan menandatangani print out registrasi on-line tersebut.
e. Registrasi on-line baru akan diproses setelah berkas lamaran diterima Panitia melalui PO Box di propinsi peminatan.
5.2. Pengiriman Berkas Pendaftaran
a. Berkas pendaftaran disampaikan melalui Pos dengan kilat khusus/tercatat/ekspres.
b. Panitia hanya menerima berkas yang dikirimkan melalui PO Box pada masing-masing propinsi peminatan mulai tanggal 11 Oktober 2009 dan diterima di PO Box selambat lambatnya tanggal 22 Oktober 2009 pukul 15.00 waktu setempat. Berkas yang diterima PO Box setelah tanggal 22 Oktober 2009 pukul 15.00 waktu setempat tidak akan diproses.
c. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan berkas yang sudah dikirimkan menjadi hak milik Panitia yang tidak dapat diminta kembali.
d. Berkas yang dikirimkan sebelum tanggal 11 Oktober 2009 dianggap tidak berlaku.
e. Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun

kumpulam alamat situs

SITUS KESEHATAN

1.www.yadi-bisniskesehatan.blogspot.com
2.www.alatkesehatan.com
3.www.binaraga.net
4.www.kondomku.com/store
5.www.sumber-alkes.com
6.www.addclinic.com
7.www.apotik2000.com
8.www.diabetichealing.com
9.www.aromatherapi.com
10.www.herniacklinic.com
11.www.wrp-diet.com

SITUS PENGHASIL UANG

1.www.profit50ribu.net/?id=yadifzrn
2.www.rahasiawebsitepemula.com/?id=yadifzrn
3.www.paydotcom.net/?affiliate=641571
4.www.kumpulblogger.com/?refid=23831
5.www.clixsense.com.ourtool/?2964703
6.www.dana-syariah.com/?=yadifzrn
7.www.bux.to.com
8.www.adsense.com
9.www.adBrite.com
10.www.ziddu.com
11.www.usercash.com
12.http://www.amazon.com?_encoding=UTF8&tag=bisniskesehat-20
13.www.klikajadeh.com/?r=yadirusyandi
14.www.klikrupiah.com/member/login.htm
15.www.kliksaya.com

ebook penghasil uang

Rahasia Website Pemula (RWP)
hasil pengalaman pak davit dari mulai nol sampai mencapai keberhasilan.
www.rahasiawebsitepemula.com/?id=yadifzrn

Rahasia Bagaimana membuat Website atau Blog bisa menghasilkan Duit bagi Para Pemula.
11 Buah Buku (Ebook) RWP

Produk RWP menggunakan sistem membership, dimana anda akan mendapatkan 7 Rahasia membangun Website yg menghasilkan Duit. Ketujuh rahasia tersebut saya uraikan dalam 11 buah Buku (Ebook) yg bisa Anda ambil di Member Area jika sudah bergabung.
Berikut Materi yg akan anda dapatkan sebagai member RWP :

RWP Versi 1 Materi Belajar
Ebook1 Perkenalan & Pengantar Bisnis Online.
Sebelum Belajar, Saya akan memperkenalkan diri dan Sharing Pengalaman pahit yg telah Saya alami sebelumnya. Bagaimana Bisnis Online telah merubah hidup Saya (atas Ijin-NYA) dari yang sulit mencari penghasilan sampingan hingga bisa PENSIUN DINI dari Status karyawan. Tentunya agak sulit di awal, tapi terasa ringan setelah dapat penghasilan terus-menerus.

Ebook2 Tahapan Umum Membangun Bisnis Online & Biaya Minimal yg Diperlukan.
Anda akan Saya pandu untuk memahami secara umum 'makhluk' seperti apa Bisnis Online itu. Bagaimana bisnis online yg notabene di depan komputer bisa menghasilkan duit bagi kita. Apa yang mesti Anda lakukan sebagai Pemula. Dan berapa biaya minimal yg Anda butuhkan untuk memulai bisnis online di internet.

Ebook3 Cara Riset Topik Bisnis yg Banyak Calon Pembelinya.
Bisnis Internet (online) pada dasarnya mengadopsi cara Orang Berbisnis seperti di dunia nyata (offline). Hanya satu perbedaannya, yaitu kita menggunakan teknologi internet untuk berbisnis. Karena menggunakan internet, dan kebetulan masih banyak orang Indonesia yg belum tahu caranya, maka perlu proses belajar dan praktek agar terbiasa menggunakan teknologi ini. Salah satu cara yg bisa dilakukan dg teknologi internet adalah RISET PASAR. Internet merekam begitu banyak data orang yang butuh akan sesuatu. Dan Anda sebagai (calon) Pebisnis, bisa memanfaatkan peluang 'kebutuhan' orang tsb dengan cara yg praktis agar bisa memenuhinya. So, setelah Anda tahu kebutuhan orang banyak, Anda akan lebih yakin menjalankan suatu bisnis yg menguntungkan.

Ebook4 Cara Buat Website agar Siap Online-Pakai Frontpage.
Website sama fungsinya seperti Toko/Perusahaan tempat menjalankan Bisnis Anda. Jika anda sudah punya Toko/Perusahaan, tentu akan mudah bagi anda menjalankan transaksi bisnis. Bagaimana cara membuat website??? Anda tidak perlu khawatir..!! karena saya sudah siapkan Buku panduan khusus yg tinggal anda ikuti saja. Lengkap dengan gambar dan contoh tulisan isi website. Anda akan merasa cepat mengerti seperti yg dirasakan banyak member lain yg sudah bergabung...!

Ebook5 Cara Buat Blog Gratis dan Mengeditnya.
Blog fungsinya hampir sama dengan website. Cuma anda bisa memilih mau blog yg gratis atau berbayar. Kalau Website umumnya berbayar dg paket domain dan hosting. Dengan Blog gratis, sudah banyak orang bisa menghasilkan duit dari internet. Namun akan lebih mantap lagi jika anda punya keduanya, yaitu Blog dan Website. Di buku ke-5 ini Anda akan Saya pandu cara membuat Blog Sederhana dari awal sampai jadi.
RWP Versi 2 Materi Belajar

Ebook6 Panduan Memilih Nama domain dan Pesan Hosting
Banyak Para Pemula yg tidak tahu Cara memilih nama Website (domain). Memilih nama website ada tekniknya tersendiri agar mudah diingat orang dan mudah dicari pada mesin google.com .Di Buku ke-6 ini, Anda akan saya ajarkan cara membuat nama website dan cara memesan nama tersebut dari Perusahaan Domain. Plus bagaimana cara menyewa Jasa hostingnya. Ini adalah biaya minimal yg harus anda keluarkan karena pembayarannya cuma sekali dalam setahun.

Ebook7 Cara Mencari Sumber Penghasilan dari Program PTC, PPC, PPS, PPL dan Meletakkan di Website.
Sumber Penghasilan di Internet sangat banyak macamnya. Jika anda tidak punya produk sendiri, Anda bisa memanfaatkan produk orang lain. Secara umum, saya akan mengajarkan 4 macam sumber Penghasilan di Internet dari Produk Orang Lain ; PTC, PPC, PPS, dan PPL. Masing-masing 4 sumber penghasilan itu mempunyai lagi puluhan sampai ratusan Perusahaan Sumber. Jadi Suaangat banyak Potensi Anda untuk bisa menghasilkan Duit dari Produk orang lain, baik produk barang, jasa, atau pun iklan.

Ebook8 Cara Mendatangkan Pengunjung ke Website : Promosi gratis dan Promosi berbayar.

Ebook9 Cara Membuat Bisnis Berjalan Otomatis : Pake Mesin Autoresponder untuk Melayani Pelanggan dan Meledakkan Penjualan.
Pelanggan adalah "Mutiara Berharga" bagi seorang Pebisnis. Pelangganlah yg membuat bisnis anda maju dan terus berkembang. Dalam dunia internet, pelanggan bisa anda ciptakan dari yg awalnya sekedar Pengunjung/prospek. Kuncinya ada di Pelayanan Optimal dengan sistem serba otomatis. Di Buku ke-9 ini akan Saya beberkan Rahasia Saya memproleh Komisi sekitar Rp. 2 juta dg persiapan kerja sekitar 1 jam. Juga Rahasia saya memperoleh Penghasilan Rp. Rp. 7,5 Juta selama 5 hari dengan menjual produk Sendiri. Jadi, Mesin Autoresponder bisa anda gunakan untuk memperoleh income relatif besar dengan waktu kerja yg relatif sedikit. Namun, Semua ini membutuhkan konsistensi belajar dan Praktek sebelumnya. Anda akan mempelajarinya secara bertahap....!

Ebook10 Kontrol Pengeluaran dan Pemasukan Anda.

Ebook11 Bagaimana Mengatur Waktu Kerja yg Efektif dan Fokus agar cepat Menghasilkan.
"11 Buku di atas adalah Rahasia Bagaimana Saya bisa menghasilkan Rp. 15-20 Juta sebulan dengan Memanfaatkan Produk Orang Lain/Menjual Produk Sendiri".
Ada TEORI dan PRAKTEK nya.
Bahkan ada yg tinggal Kopi-paste dg sedikit Edit.
=================

Sirosys hati

askep sirosis hepatis
By hanikamioji

1. Pengertian

Sirosis hepatis adalah penyakit hati menahun yang ditandai dengan adanya pembentukan jaringan ikat disertai nodul. Biasanya dimulai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang luas, pembentukan jaringan ikat dan usaha regenerasi nodul. Distorsi arsitektur hati akan menimbulkan perubahan sirkulasi mikro dan makro menjadi tidak teratur akibat penambahan jaringan ikat dan nodul tersebut (Suzanne C. Smeltzer dan Brenda G. Bare, 2001).

2. Etiologi

Ada 3 tipe sirosis hepatis :

• Sirosis portal laennec (alkoholik nutrisional), dimana jaringan parut secara khas mengelilingi daerah portal. Sering disebabkan oleh alkoholis kronis.

• Sirosis pasca nekrotik, dimana terdapat pita jaringan parut yang lebar sebagai akibat lanjut dari hepatitis virus akut yang terjadi sebelumnya.

• Sirosis bilier, dimana pembentukan jaringan parut terjadi dalam hati di sekitar saluran empedu. Terjadi akibat obstruksi bilier yang kronis dan infeksi (kolangitis).

3. Patofisiologi

Minuman yang mengandung alkohol dianggap sebagai factor utama terjadinya sirosis hepatis. Selain pada peminum alkohol, penurunan asupan protein juga dapat menimbulkan kerusakan pada hati, Namun demikian, sirosis juga pernah terjadi pada individu yang tidak memiliki kebiasan minum dan pada individu yang dietnya normal tapi dengan konsumsi alkohol yang tinggi.
Faktor lain diantaranya termasuk pajanan dengan zat kimia tertentu (karbon tetraklorida, naftalen, terklorinasi, arsen atau fosfor) atau infeksi skistosomiastis dua kali lebih banyak daripada wanita dan mayoritas pasien sirosis berusia 40 – 60 tahun.
Sirosis laennec merupakan penyakit yang ditandai oleh nekrosis yang melibatkan sel-sel hati dan kadang-kadang berulang selama perjalanan penyakit sel-sel hati yang dihancurkan itu secara berangsur-angsur digantikan oleh jaringan parut yang melampaui jumlah jaringan hati yang masih berfungsi. Pulau-pulau jaringan normal yang masih tersisa dan jaringan hati hasil regenerasi dapat menonjal dari bagian-bagian yang berkonstriksi sehingga hati yang sirotik memperlihatkan gambaran mirip paku sol sepatu berkepala besar (hobnail appearance) yang khas.


4. Tanda dan Gejala

Penyakit sirosis hepatis mempunyai gejala seperti ikterus dan febris yang intermiten. Adanya pembesaran pada hati. Pada awal perjalanan sirosis hepatis ini, hati cenderung membesar dan sel-selnya dipenuhi oleh lemak. Hati tersebut menjadi keras dan memiliki tepi tajam yang dapat diketahui melalui palpasi. Nyeri abdomen dapat terjadi sebagai akibat dari pembesaran hati yang cepat dan baru saja terjadi sehingga mengakibatkan regangan pada selubung fibrosa hati (kapsula Glissoni). Pada perjalanan penyakit yang lebih lanjut, ukuran hati akan berkurang setelah jaringan parut menyebabkan pengerutan jaringan hati. Apabila dapat dipalpasi, permukaan hati akan teraba benjol-benjol (noduler). Obstruksi Portal dan Asites. Semua darah dari organ-organ digestif praktis akan berkumpul dalam vena portal dan dibawa ke hati. Karena hati yang sirotik tidak memungkinkan pelintasan darah yang bebas, maka aliran darah tersebut akan kembali ke dalam limpa dan traktus gastrointestinal dengan konsekuensi bahwa organ-organ ini menjadi tempat kongesti pasif yang kronis; dengan kata lain, kedua organ tersebut akan dipenuhi oleh darah dan dengan demikian tidak dapat bekerja dengan baik. Pasien dengan keadaan semacam ini cenderung menderita dispepsia kronis atau diare. Berat badan pasien secara berangsur-angsur mengalami penurunan.
Cairan yang kaya protein dan menumpuk di rongga peritoneal akan menyebabkan asites. Hal ini ditunjukkan melalui perfusi akan adanya shifting dullness atau gelombang cairan. Splenomegali juga terjadi. Jaring-jaring telangiektasis, atau dilatasi arteri superfisial menyebabkan jaring berwarna biru kemerahan, yang sering dapat dilihat melalui inspeksi terhadap wajah dan keseluruhan tubuh. Varises Gastrointestinal. Obstruksi aliran darah lewat hati yang terjadi akibat perubahan fibrofik juga mengakibatkan pembentukan pembuluh darah kolateral sistem gastrointestinal dan pemintasan (shunting) darah dari pernbuluh portal ke dalam pernbuluh darah dengan tekanan yang lebih rendah. Sebagai akibatnya, penderita sirosis sering memperlihatkan distensi pembuluh darah abdomen yang mencolok serta terlihat pada inspeksi abdomen (kaput medusae), dan distensi pembuluh darah di seluruh traktus gastrointestinal. Esofagus, lambung dan rektum bagian bawah merupakan daerah yang sering mengalami pembentukan pembuluh darah kolateral.
Karena fungsinya bukan untuk menanggung volume darah dan tekanan yang tinggi akibat sirosis, maka pembuluh darah ini dapat mengalami ruptur dan menimbulkan perdarahan. Karena itu, pengkajian harus mencakup observasi untuk mengetahui perdarahan yang nyata dan tersembunyi dari traktus gastrointestinal. Edema. Gejala lanjut lainnya pada sirosis hepatis ditimbulkan oleh gagal hati yang kronis. Konsentrasi albumin plasma menurun sehingga menjadi predisposisi untuk terjadinya edema. Produksi aldosteron yang berlebihan akan menyebabkan retensi natrium serta air dan ekskresi kalium.

5. Pemeriksaan penunjang

* Pemeriksaan Laboratorium
1. Pada Darah dijumpai HB rendah, anemia normokrom normositer, hipokrom mikrositer / hipokrom makrositer, anemia dapat dari akibat hipersplemisme dengan leukopenia dan trombositopenia, kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik.
2. Kenaikan kadar enzim transaminase – SGOT, SGPT bukan merupakan petunjuk berat ringannya kerusakan parenkim hati, kenaikan kadar ini timbul dalam serum akibat kebocoran dari sel yang rusak, pemeriksaan bilirubin, transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif.
3. Albumin akan merendah karena kemampuan sel hati yang berkurang, dan juga globulin yang naik merupakan cerminan daya tahan sel hati yang kurang dan menghadapi stress.
4. Pemeriksaan CHE (kolinesterase). Ini penting karena bila kadar CHE turun, kemampuan sel hati turun, tapi bila CHE normal / tambah turun akan menunjukan prognasis jelek.
5. Kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretic dan pembatasan garam dalam diet, bila ensefalopati, kadar Na turun dari 4 meg/L menunjukan kemungkinan telah terjadi sindrom hepatorenal.
6. Pemanjangan masa protrombin merupakan petunjuk adanya penurunan fungsi hati. Pemberian vit K baik untuk menilai kemungkinan perdarahan baik dari varises esophagus, gusi maupun epistaksis.
7. Peningggian kadar gula darah. Hati tidak mampu membentuk glikogen, bila terus meninggi prognosis jelek.

Pemeriksaan marker serologi seperti virus, HbsAg/HbsAb, HbcAg/ HbcAb, HBV DNA, HCV RNA., untuk menentukan etiologi sirosis hati dan pemeriksaan AFP (alfa feto protein) penting dalam menentukan apakah telah terjadi transpormasi kearah keganasan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS

1. Pengkajian
* Riwayat Kesehatan Sekarang

Mengapa pasien masuk Rumah Sakit dan apa keluahan utama pasien, sehingga dapat ditegakkan prioritas masalah keperawatan yang dapat muncul.

1.
* Riwayat Kesehatan Sebelumnya
Apakah pasien pernah dirawat dengan penyakit yang sama atau penyakit lain yang berhubungan dengan penyakit hati, sehingga menyebabkan penyakit Sirosis hepatis. Apakah pernah sebagai pengguna alkohol dalam jangka waktu yang lama disamping asupan makanan dan perubahan dalam status jasmani serta rohani pasien.
* Riwayat Kesehatan Keluarga
Adakah penyakit-penyakit yang dalam keluarga sehingga membawa dampak berat pada keadaan atau yang menyebabkan Sirosis hepatis, seperti keadaan sakit DM, hipertensi, ginjal yang ada dalam keluarga. Hal ini penting dilakukan bila ada gejala-gejala yang memang bawaan dari keluarga pasien.
* Riwayat Tumbuh Kembang
Kelainan-kelainan fisik atau kematangan dari perkembangan dan pertumbuhan seseorang yang dapat mempengaruhi keadaan penyakit, seperti ada riwayat pernah icterus saat lahir yang lama, atau lahir premature, kelengkapan imunisasi, pada form yang tersedia tidak terdapat isian yang berkaitan dengan riwayat tumbuh kembang.
* Riwayat Sosial Ekonomi
Apakah pasien suka berkumpul dengan orang-orang sekitar yang pernah mengalami penyakit hepatitis, berkumpul dengan orang-orang yang dampaknya mempengaruhi perilaku pasien yaitu peminum alcohol, karena keadaan lingkungan sekitar yang tidak sehat.
* Riwayat Psikologi
Bagaimana pasien menghadapi penyakitnya saat ini apakah pasien dapat menerima, ada tekanan psikologis berhubungan dengan sakitnya. Kita kaji tingkah laku dan kepribadian, karena pada pasien dengan sirosis hepatis dimungkinkan terjadi perubahan tingkah laku dan kepribadian, emosi labil, menarik diri, dan depresi. Fatique dan letargi dapat muncul akibat perasaan pasien akan sakitnya. Dapat juga terjadi gangguan body image akibat dari edema, gangguan integument, dan terpasangnya alat-alat invasive (seperti infuse, kateter). Terjadinya perubahan gaya hidup, perubaha peran dan tanggungjawab keluarga, dan perubahan status financial (Lewis, Heitkemper, & Dirksen, 2000).
* Pemeriksaan Fisik
o Kesadaran dan keadaan umum pasien
Perlu dikaji tingkat kesadaran pasien dari sadar – tidak sadar (composmentis – coma) untuk mengetahui berat ringannya prognosis penyakit pasien, kekacuan fungsi dari hepar salah satunya membawa dampak yang tidak langsung terhadap penurunan kesadaran, salah satunya dengan adanya anemia menyebabkan pasokan O2 ke jaringan kurang termasuk pada otak.
o Tanda – tanda vital dan pemeriksaan fisik Kepala – kaki
TD, Nadi, Respirasi, Temperatur yang merupakan tolak ukur dari keadaan umum pasien / kondisi pasien dan termasuk pemeriksaan dari kepala sampai kaki dan lebih focus pada pemeriksaan organ seperti hati, abdomen, limpa dengan menggunakan prinsip-prinsip inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi), disamping itu juga penimbangan BB dan pengukuran tinggi badan dan LLA untuk mengetahui adanya penambahan BB karena retreksi cairan dalam tubuh disamping juga untuk menentukan tingakat gangguan nutrisi yanag terjadi, sehingga dapat dihitung kebutuhan Nutrisi yang dibutuhkan.
1. Hati : perkiraan besar hati, bila ditemukan hati membesar tanda awal adanya cirosis hepatis, tapi bila hati mengecil prognosis kurang baik, konsistensi biasanya kenyal / firm, pinggir hati tumpul dan ada nyeri tekan pada perabaan hati. Sedangkan pada pasien Tn.MS ditemukan adanya pembesaran walaupun minimal (USG hepar). Dan menunjukkan sirosis hati dengan hipertensi portal.
2. Limpa: ada pembesaran limpa, dapat diukur dengan 2 cara :
-Schuffner, hati membesar ke medial dan ke bawah menuju umbilicus (S-I-IV) dan dari umbilicus ke SIAS kanan (S V-VIII)
-Hacket, bila limpa membesar ke arah bawah saja.
3. Pada abdomen dan ekstra abdomen dapat diperhatikan adanya vena kolateral dan acites, manifestasi diluar perut: perhatikan adanya spinder nevi pada tubuh bagian atas, bahu, leher, dada, pinggang, caput medussae dan tubuh bagian bawah, perlunya diperhatikan adanya eritema palmaris, ginekomastia dan atropi testis pada pria, bias juga ditemukan hemoroid.

1. Masalah Keperawatan yang Muncul

1. Perubahan status nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia dan gangguan gastrointestinal.

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan berat badan.

3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pembentukan edema.

1. Intervensi

Diagnosa Keperawatan 1. :
Perubahan status nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat (anoreksia, nausea, vomitus)
Tujuan : Status nutrisi baik
Intervensi :

1.
* Kaji intake diet, Ukur pemasukan diit, timbang BB tiap minggu.
Rasional: Membantu dalam mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan diet. Kondisi fisik umum, gejala uremik (mual, muntah, anoreksia, dan ganggguan rasa) dan pembatasan diet dapat mempengaruhi intake makanan, setiap kebutuhan nutrisi diperhitungan dengan tepat agar kebutuhan sesuai dengan kondisi pasien, BB ditimbang untuk mengetahui penambahan dan penuruanan BB secara periodik.
* Berikan makanan sedikit dan sering sesuai dengan diet.
Rasional: Meminimalkan anoreksia dan mual sehubungan dengan status uremik.
* Tawarkan perawatan mulut (berkumur/gosok gigi) dengan larutan asetat 25 % sebelum makan. Berikan permen karet, penyegar mulut diantara makan.
Rasional: Membran mukosa menjadi kering dan pecah. Perawatan mulut menyejukkan, dan membantu menyegarkan rasa mulut, yang sering tidak nyaman pada uremia dan pembatasan oral. Pencucian dengan asam asetat membantu menetralkan ammonia yang dibentuk oleh perubahan urea (Black, & Hawk, 2005).
* Identifikasi makanan yang disukai termasuk kebutuhan kultural.
Rasional: Jika makanan yang disukai pasien dapat dimasukkan dalam perencanaan makan, maka dapat meningkatkan nafsu makan pasien.
* Motivasi pasien untuk menghabiskan diet, anjurkan makan-makanan lunak.
Rasional: Membantu proses pencernaan dan mudah dalam penyerapan makanan, karena pasien mengalami gangguan sistem pencernaan.
* Berikan bahan penganti garam pengganti garam yang tidak mengandung amonium.
Rasional: Garam dapat meningkatkan tingkat absorsi dan retensi cairan, sehingga perlu mencari alternatif penganti garam yang tepat.
* Berikan diet 1700 kkal (sesuai terapi) dengan tinggi serat dan tinggi karbohidrat.
Rasional: Pengendalian asupan kalori total untuk mencapai dan mempertahankan berat badan sesuai dan pengendalian kadar glukosa darah
* Berikan obat sesuai dengan indikasi : Tambahan vitamin, thiamin, besi, asam folat dan Enzim pencernaan.
Rasional: Hati yang rusak tidak dapat menyimpan Vitamin A, B kompleks, D dan K, juga terjadi kekurangan besi dan asam folat yang menimbulkan anemia. Dan Meningkatkan pencernaan lemak dan dapat menurunkan diare.
* Kolaborasi pemberian antiemetik
Rasional: untuk menghilangkan mual / muntah dan dapat meningkatkan pemasukan oral.

Diagnosa Keperawatan 2. :
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan dan penurunan berat badan.
Tujuan : Peningkatan energi dan partisipasi dalam aktivitas.
Intervensi :

1.
* Tawarkan diet tinggi kalori, tinggi protein (TKTP).
Rasional : Memberikan kalori bagi tenaga dan protein bagi proses penyembuhan.
* Berikan suplemen vitamin (A, B kompleks, C dan K)
Rasional : Memberikan nutrien tambahan.
* Motivasi pasien untuk melakukan latihan yang diselingi istirahat
Rasional : Menghemat tenaga pasien sambil mendorong pasien untuk melakukan latihan dalam batas toleransi pasien.
* Motivasi dan bantu pasien untuk melakukan latihan dengan periode waktu yang ditingkatkan secara bertahap.
Rasional : Memperbaiki perasaan sehat secara umum dan percaya diri.

Diagnosa Keperawatan 3. :
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pembentukan edema.
Tujuan : Integritas kulit baik
Intervensi :

1.
* Batasi natrium seperti yang diresepkan.
Rasional : Meminimalkan pembentukan edema.
* Berikan perhatian dan perawatan yang cermat pada kulit.
Rasional : Jaringan dan kulit yang edematus mengganggu suplai nutrien dan sangat rentan terhadap tekanan serta trauma.
* Ubah posisi tidur pasien dengan sering.
Rasional : Meminimalkan tekanan yang lama dan meningkatkan mobilisasi edema.
* Timbang berat badan dan catat asupan serta haluaran cairan setiap hari.
Rasional : Memungkinkan perkiraan status cairan dan pemantauan terhadap adanya retensi serta kehilangan cairan dengan cara yang paling baik.
* Lakukan latihan gerak secara pasif, tinggikan ekstremitas edematus.
Rasional : Meningkatkan mobilisasi edema.
* Letakkan bantalan busa yang kecil dibawah tumit, maleolus dan tonjolan tulang lainnya.
Rasional : Melindungi tonjolan tulang dan meminimalkan trauma jika dilakukan dengan benar.

*
1. DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G. Bare. (2001). Keperawatan medikal bedah 2. (Ed 8). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC).
Doenges, Marilynn E, Mary Frances Moorhouse dan Alice C. Geisser. (1999). Rencana asuhan keperawatan : pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC).
Tjokronegoro dan Hendra Utama. (1996). Ilmu penyakit dalam jilid 1. Jakarta: FKUI.
Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. (1994). Patofisiologi, konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: Penerbit EGC.
Soeparman. 1987. Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta : FKUI.
Alexander, Fawcett, Runciman. (2000). Nursing Practice Hospital and Home the Adult, Second edition, Toronto. Churchill Livingstone.

Gagal napas

askep gagal napas
By hanikamioji
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GAGAL NAFAS
I. PENGERTIAN
• Gagal nafas adalah ketidakmampuan sistem pernafasan untuk mempertahankan oksigenasi darah normal (PaO2), eliminasi karbon dioksida (PaCO2) dan pH yang adekuat disebabkanoleh masalah ventilasi difusi atau perfusi (Susan Martin T, 1997)
• Gagal nafas adalah kegagalan sistem pernafasan untuk mempertahankan pertukaran oksigen dankarbondioksida dalam jumlah yangdapat mengakibatkan gangguan pada kehidupan (RS Jantung “Harapan Kita”, 2001)
• Gagal nafas terjadi bilamana pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru-paru tidak dapat memelihara laju komsumsioksigen dan pembentukan karbon dioksida dalam sel-sel tubuh. Sehingga menyebabkan tegangan oksigen kurang dari 50 mmHg (Hipoksemia) dan peningkatan tekanan karbondioksida lebih besar dari 45 mmHg (hiperkapnia). (Brunner & Sudarth, 2001)
II. PATOFISIOLOGI
Gagal nafas ada dua macam yaitu gagal nafas akut dan gagal nafas kronik dimana masing masing mempunyai pengertian yang bebrbeda. Gagal nafas akut adalah gagal nafas yang timbul pada pasien yang parunyanormal secara struktural maupun fungsional sebelum awitan penyakit timbul. Sedangkan gagal nafas kronik adalah terjadi pada pasien dengan penyakit paru kronik seperti bronkitis kronik, emfisema dan penyakit paru hitam (penyakit penambang batubara).Pasien mengalalmi toleransi terhadap hipoksia dan hiperkapnia yang memburuk secara bertahap. Setelah gagal nafas akut biasanya paru-paru kembali kekeasaan asalnya. Pada gagal nafas kronik struktur paru alami kerusakan yang ireversibel.
Indikator gagal nafas telah frekuensi pernafasan dan kapasitas vital, frekuensi penapasan normal ialah 16-20 x/mnt. Bila lebih dari20x/mnt tindakan yang dilakukan memberi bantuan ventilator karena “kerja pernafasan” menjadi tinggi sehingga timbul kelelahan. Kapasitasvital adalah ukuran ventilasi (normal 10-20 ml/kg).
Gagal nafas penyebab terpenting adalah ventilasi yang tidak adekuatdimana terjadi obstruksi jalan nafas atas. Pusat pernafasan yang mengendalikan pernapasan terletak di bawah batang otak (pons dan medulla). Pada kasus pasien dengan anestesi, cidera kepala, stroke, tumor otak, ensefalitis, meningitis, hipoksia dan hiperkapnia mempunyai kemampuan menekan pusat pernafasan. Sehingga pernafasan menjadi lambat dan dangkal. Pada periode postoperatif dengan anestesi bisa terjadi pernafasan tidak adekuat karena terdapat agen menekan pernafasan denganefek yang dikeluarkanatau dengan meningkatkan efek dari analgetik opiood. Pnemonia atau dengan penyakit paru-paru dapat mengarah ke gagal nafas akut.
. ETIOLOGI
1. Depresi Sistem saraf pusat
Mengakibatkan gagal nafas karena ventilasi tidak adekuat. Pusat pernafasan yang menngendalikan pernapasan, terletak dibawah batang otak (pons dan medulla) sehingga pernafasan lambat dan dangkal.
2. Kelainan neurologis primer
Akan memperngaruhi fungsi pernapasan. Impuls yang timbul dalam pusat pernafasan menjalar melalui saraf yang membentang dari batang otak terus ke saraf spinal ke reseptor pada otot-otot pernafasan. Penyakit pada saraf seperti gangguan medulla spinalis, otot-otot pernapasan atau pertemuan neuromuslular yang terjadi pada pernapasan akan sangatmempengaruhiventilasi.
3. Efusi pleura, hemotoraks dan pneumothoraks
Merupakan kondisi yang mengganggu ventilasi melalui penghambatan ekspansi paru. Kondisi ini biasanya diakibatkan penyakti paru yang mendasari, penyakit pleura atau trauma dan cedera dan dapat menyebabkan gagal nafas.
4. Trauma
Disebabkan oleh kendaraan bermotor dapat menjadi penyebab gagal nafas. Kecelakaan yang mengakibatkan cidera kepala, ketidaksadaran dan perdarahan dari hidung dan mulut dapat mnegarah pada obstruksi jalan nafas atas dan depresi pernapasan. Hemothoraks, pnemothoraks dan fraktur tulang iga dapat terjadi dan mungkin meyebabkan gagal nafas. Flail chest dapat terjadi dan dapat mengarah pada gagal nafas. Pengobatannya adalah untuk memperbaiki patologi yang mendasar
5. Penyakit akut paru
Pnemonia disebabkan oleh bakteri dan virus. Pnemonia kimiawi atau pnemonia diakibatkan oleh mengaspirasi uap yang mengritasi dan materi lambung yang bersifat asam. Asma bronkial, atelektasis, embolisme paru dan edema paru adalah beberapa kondisi lain yang menyababkan gagal nafas.
IV. TANDA DAN GEJALA
A. Tanda
Gagal nafas total
• Aliran udara di mulut, hidung tidak dapat didengar/dirasakan.
• Pada gerakan nafas spontan terlihat retraksi supra klavikuladan sela iga serta tidak ada pengembangan dada pada inspirasi
• Adanya kesulitasn inflasi parudalam usaha memberikan ventilasi buatan
Gagal nafas parsial
• Terdenganr suara nafas tambahan gargling, snoring, Growing dan whizing.
• Ada retraksi dada
B. Gejala
• Hiperkapnia yaitu penurunan kesadaran (PCO2)
• Hipoksemia yaitu takikardia, gelisah, berkeringat atau sianosis (PO2 menurun)
V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Pemerikasan gas-gas darah arteri
Hipoksemia
Ringan : PaO2 < 80 mmHg
Sedang : PaO2 < 60 mmHg
Berat : PaO2 < 40 mmHg
• Pemeriksaan rontgen dada
Melihat keadaan patologik dan atau kemajuan proses penyakit yang tidak diketahui
• Hemodinamik
Tipe I : peningkatan PCWP
• EKG
Mungkin memperlihatkan bukti-bukti regangan jantung di sisi kanan
Disritmia
VI. PENGKAJIAN
Pengkajian Primer
1. Airway
• Peningkatan sekresi pernapasan
• Bunyi nafas krekels, ronki dan mengi
2. Breathing
• Distress pernapasan : pernapasan cuping hidung, takipneu/bradipneu, retraksi.
• Menggunakan otot aksesori pernapasan
• Kesulitan bernafas : lapar udara, diaforesis, sianosis
3. Circulation
• Penurunan curah jantung : gelisah, letargi, takikardia
• Sakit kepala
• Gangguan tingkat kesadaran : ansietas, gelisah, kacau mental, mengantuk
• Papiledema
• Penurunan haluaran urine
VII. PENTALAKSANAAN MEDIS
• Terapi oksigen
Pemberian oksigen kecepatan rendah : masker Venturi atau nasal prong
• Ventilator mekanik dengan tekanan jalan nafas positif kontinu (CPAP) atau PEEP
• Inhalasi nebuliser
• Fisioterapi dada
• Pemantauan hemodinamik/jantung
• Pengobatan
Brokodilator
Steroid
• Dukungan nutrisi sesuai kebutuhan
VIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Pola nafas tidak efektif b.d. penurunan ekspansi paru
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien dapat mempertahankan pola pernapasan yang efektif
Kriteria Hasil :
Pasien menunjukkan
• Frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan normal
• Adanya penurunan dispneu
• Gas-gas darah dalam batas normal
Intervensi :
• Kaji frekuensi, kedalaman dan kualitas pernapasan serta pola pernapasan.
• Kaji tanda vital dan tingkat kesasdaran setaiap jam dan prn
• Monitor pemberian trakeostomi bila PaCo2 50 mmHg atau PaO2< 60 mmHg
• Berikan oksigen dalam bantuan ventilasi dan humidifier sesuai dengan pesanan
• Pantau dan catat gas-gas darah sesuai indikasi : kaji kecenderungan kenaikan PaCO2 atau kecendurungan penurunan PaO2
• Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap 1 jam
• Pertahankan tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30 sampai 45 derajat untuk mengoptimalkan pernapasan
• Berikan dorongan utnuk batuk dan napas dalam, bantu pasien untuk mebebat dada selama batuk
• Instruksikan pasien untuk melakukan pernapasan diagpragma atau bibir
• Berikan bantuan ventilasi mekanik bila PaCO > 60 mmHg. PaO2 dan PCO2 meningkat dengan frekuensi 5 mmHg/jam. PaO2 tidak dapat dipertahankan pada 60 mmHg atau lebih, atau pasien memperlihatkan keletihan atau depresi mental atau sekresi menjadi sulit untuk diatasi.
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan abnormalitas ventilasi-perfusi sekunder terhadap hipoventilasi
Tujuan :
Setelah diberikan tindakan keperawatan pasien dapat mempertahankan pertukaran gas yang adekuat
Kriteria Hasil :
Pasien mampu menunjukkan :
• Bunyi paru bersih
• Warna kulit normal
• Gas-gas darah dalam batas normal untuk usia yang diperkirakan
Intervensi :
• Kaji terhadap tanda dan gejala hipoksia dan hiperkapnia
• Kaji TD, nadi apikal dan tingkat kesadaran setiap[ jam dan prn, laporkan perubahan tinmgkat kesadaran pada dokter.
• Pantau dan catat pemeriksaan gas darah, kaji adanya kecenderungan kenaikan dalam PaCO2 atau penurunan dalam PaO2
• Bantu dengan pemberian ventilasi mekanik sesuai indikasi, kaji perlunya CPAP atau PEEP.
• Auskultasi dada untuk mendengarkan bunyi nafas setiap jam
• Tinjau kembali pemeriksaan sinar X dada harian, perhatikan peningkatan atau penyimpangan
• Pantau irama jantung
• Berikan cairan parenteral sesuai pesanan
• Berikan obat-obatan sesuai pesanan : bronkodilator, antibiotik, steroid.
• Evaluasi AKS dalam hubungannya dengan penurunan kebutuhan oksigen.
3. Kelebihan volume cairan b.d. edema pulmo
Tujuan :
Setelah diberikan tindakan perawatan pasien tidak terjadi kelebihan volume cairan
Kriteria Hasil :
Pasien mampu menunjukkan:
• TTV normal
• Balance cairan dalam batas normal
• Tidak terjadi edema
Intervensi :
• Timbang BB tiap hari
• Monitor input dan output pasien tiap 1 jam
• Kaji tanda dan gejala penurunan curah jantung
• Kaji tanda-tanda kelebihan volume : edema, BB , CVP
• Monitor parameter hemodinamik
• Kolaburasi untuk pemberian cairandan elektrolit
4. Gangguan perfusi jaringan b.d. penurunan curah jantung
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien mampu mempertahankan perfusi jaringan.
Kriteria Hasil :
Pasien mampu menunjukkan
• Status hemodinamik dalam bata normal
• TTV normal
Intervensi :
• Kaji tingkat kesadaran
• Kaji penurunan perfusi jaringan
• Kaji status hemodinamik
• Kaji irama EKG
• Kaji sistem gastrointestinal
Daftar pustaka
Hudak and Gallo, (1994), Critical Care Nursing, A Holistic Approach, JB Lippincott company, Philadelpia.
Marilynn E Doengoes, et all, alih bahasa Kariasa IM, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien, EGC, Jakarta.
Reksoprodjo Soelarto, (1995), Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Binarupa Aksara, Jakarta.
Suddarth Doris Smith, (1991), The lippincott Manual of Nursing Practice, fifth edition, JB Lippincott Company, Philadelphia.
disadur dari Hanikami oji'blog

kata kesehatan

yang sering di hadapi bangsa kita dalam bidang kesehatan adalah :
kesehatan,health,swine flu,h1n1,heart,dibetes,cancer,flu,nursing,nutrision,health care,wikipedia,herpes dan banyak lagi istilah,suatu saat akan kami uraikan satu persatu.

kata bisnis

kata kata yang biasa di gunakan biasanya,
ebook,website,bisnis,komunikasi,bisnis internet,akuntasi,usaha,pengusaha

Sabtu, 17 Oktober 2009

HIPERTENSI

A.PENGERTIAN
hypertensi adalah suatu keadaan tekanan darah dalam ke adaan naik,atau di atas normal yaitu di atas 140/90 mmHg.
B.PENYEBAB
gaya hidup,pola makan,perokok,pecandu alkohol,diabet,kolesterol tinggi,kurang olah raga,gemuk,stres,penyakit jantung dll.
C.GEJALA KLINIS tekanan darah > 140/mmhg,sakit kepala,pusing,migren,
D.PELAKSANAAN Penderita diberikan obat sesuai anjuran,penyuluhan agar tekanan darah stabil,normal
tujuan dari pelaksanaan hypertensi adalah
A.Menurunkan tekanan darah sampai batas normal atau mendekati normal,tanpa menggangu aktifitas sehari hari.
2.menjaga dan memelihara.agar tekanan darah yang tetap dalam batasan normal.
E.PELAKSANAAN DIET
1.Membantu menurunkan tekanan darah
2.Membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh atau bengkak
penyebab penimbunan air dalam tubuh atau bengkak adalah:
kegagalan tubuh mengatur keseimbangan cairan,akibatnyatubuh tidak mampu mengeluarkan garam natrium yang berlebihan dalam jaringan.natrium ini akan megikat air,sehingga menimbulkan cairan dalam tubuh
;-)Prinsip Diet
1.Makanan beraneka mengikuti pola gizi seimbang
2.jenis komposisi makanan di sesuaikan dengan kondisi penderita.
3.jumlah garam disesuaikan dengan berat ringannya penyakit dan obat yang diberikan.
:-) Makanan yang di anjurkan. *makanan yang segar;sumber hidrat arang,protein nabati dan hewani,sayuran dan buah2an yang banyak mengandung serat
*makanan yang di olah tanpa atau sedikit menggunakan garam natrium,vecin,kaldu bubuk.
*sumber protein hewani:penggunaan daging,telor *susu segar
*makanan/minuman dan sari buah
:-(Makanan yang di batasi
®pemakaian garam dapur ®penggunaan bahan makanan yang mengandung natrium:soda kue setiap hari dan jemurlah di bawah sinar matahari
:-oMakanan yang dihindari
©otak,ginjal,paru,daging kambing
©makanan yang di olah menggunakan garam natrium seperti :makanan instan,kering
©makanan yang di awetkan.
©mentega/keju
©bumbu instan
©makanan yang mengandung alkohol;durian,durian,tape
;-)Cara mengatur diet
©rasa tawar dapat di perbaiki dengan menambah gula,bawang,jahe kencur,salam dan bumbu lainnya dengan kadar garam natrium sedikit
©makanan lebih enak di tumis,di goreng,di panggang walaupun tanpa garam,
©bubuhkan garam yang mengandung rendah natrium. daftar pustaka:panduan kesehatan modern,leaflet mitra idaman www.RahasiaWebsitePemula.com/?id=yadifzrn

Senin, 12 Oktober 2009

Proses kehamilan

A.IBU HAMIL(ANTE NATAL CARE)
1.apa yang perlu dilakukan ibu hamil?
;-)periksa hamil secepatnya
:-)timbang berat badan dan minum 1 tablet Fe setiap hari
:-oimmunisasi TT
;-)minta nasihat ke petugas tentang makanan bergizi
:-(bayimu pingin di sapa,di elus
2.Bagaimana makanan untuk ibu hamil
:-oyang penting porsi 1x lebih banyak dari biasanya,plus makanan selingan,mis:kolak,bubur kacang dll
3.tanda-tanda bahaya ibu hamil.
:-lpendarahan
:-lbengkak di kaki,tangan.wajah
:-lkadang kejang,suhu tinggi.
:-okeluar air ketuban sebelum waktunya.
berlanjut
-Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak
-ibu muntah terus dan tidak mau makan.
B.IBU BERSALIN (INTRA NATAL CARE)
1.Apa saja tanda-tanda persalinan?
-mulas-mulas yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama
-keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir
-keluar cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya selaput ketuban.
2.Apa saja yang dilakukan ibu bersalin?
-proses persalinan berlangsung 12 jam sejak terasa mulas.jadi ibu masih bìsa makan,minumt,bab,bak,jalan-jalan
-jika mulas-mulas bertambah,tarik napas panjang melalui hidung dan keluarkan melalui mulut.
-jika ibu merasa ingin bab berarti bayi akan lahir.segera beritahu bidan/dokter.
-ikuti anjuran bidan atau dokter,kapan ibu harus mengejan waktu bayi akan lahir.
3.Apa saja tanda-tanda bahaya pada ibu bersalin?
-bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
-pendarahan lewat jalan lahir.
-tali pusar atau tangan bayi keluar lebih dahulu dari jalan lahir.
-ibu tidak kuat mengejan atau mengalami kejang.
-air ketuban keruh dan berbau.
-setelah bayi lahir,ari-ari tidak keluar

Kamis, 08 Oktober 2009

PHC

PHC sebagai suatu strategi pembangunan kesehatan di indonesia.
kenyataannya,tidak semua orang memperoleh atau mampu melihat derajat kesehatan yang optimal.


Apakah saya bisa menurunkan berat badan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com

peluang bisnis

RWP
(RahasiaWebsitePemula)

Salam,
Perkenalkan,nama saya yadi dari ciamis,pekerjaan divbidang kesehatan,pada awalnya saya termasuk orang yang gaptek(gagap Teknologi),karena ingin belajar komputer,dan mencari peluang bisnis,karena kebutuhan ekonomi,tiap malam selalu pergi ke warnet dan tiap hari sabtu suka ke asia plaza,bukan untuk belanja,melainkan ke gramedia untuk membaca dan membeli buku,mencari informasi bisnis.

Saya tertarik kepada bisnis online,beberapa buku saya baca dan terpaut pada satu kata yaitu affiliate/reseller serta membuat toko online.wah ini namanya kerjasama dalam artian kita bekerja sama dengan oranglain apabila berhasil kita mendapatkan komisi.Akhirnya saya pokuskan kepada program affiliasi,pada waktu itu saya berpikir tinggal gabung klik affiliasi sudah selesai,dan saya masih gaptek berpikir semakin banyak saya ikut affiliasi semakin banyak penghasilan saya,semangat saya pada waktu itu mengebu-gebu.

Kemudian tiap malam pergi ke warnet untuk mencari situs yang ada program affiliasi/kerjasamanya.setelah menjalankan internet,ternyata banyak yang menawarkan affiliasi dengan bonus dollar,wah kebayang dollar kawan,tanpa pikir panjang setiap situs yang ada program affiliasinya saya daftar,berhasilkah??

Karena pengetahuanku mengenai internet,bahasa program,bahasa inggris belum terlalu bisa,akhirnya setiap proses pengajuan selalu gagal,kandas ditengah jalan,bahkan ada yang berhasil,tapi maksud saya mau yang gratis malah berbayar.seharusnya konfirmasinya dibaca di email,karena tidak tahu akhirnya tidak selesai,subhanalloh malah bingung sendiri.kita tahu ada emas di ujung belantara sana,namun kita harus melewati belantara dulu ,kita tidak tahu jalan malahan tersesat,berhentikah sampai disini kawan?
KETEMU RWP
Akhirnya saya pokus kembali ke rencana awal,saya ingin bisnis,ingin usaha,lalu saya memasukkan kata bisnis di pencari Google.begitu terbuka ada situs Davit putra yang berasal dari Bogor,beliau telah lebih dulu merasakan keberhasilan lewat bisnis online,yaitu www.RahasiaWebsitePemula.com saya daftar di program bisnis tersebut
www.RahasiaWebsitePemula.com/?id=yadifzrn

Setelah di baca kita harus daftar 150 Ribu (selain bimbingan gratis,buku gratis,juga 11 ebook diskon,berisis panduan bisnis,dari awal kita buat sampai akhirnya kita dapat uang )

Saya mendaftar karena ada beberapa alasan yaitu:
1.Kalau kita beli buku di toko masing masing misal Rp.50.000,berarti,11 x Rp.50.000,-=Rp.550.000,-
2.apabila kita gabung,kita bisa menjual kembali buku tersebut tanpa batas dengan sistem bagi hasil,40 % untuk pak davit,60 % untuk kita ,jadi kalau Rp.150 ribu,40 ribu untuk pak davit,90 ribu untuk kita.lumayan kalu berhasil kawan.
3.dapat informasi gratis,khususnya lewat email kita
4.saya ingin pokus dulu satu-satu,kalau berhasil yang ini,serta sudah mengerti bisnis online secara keseluruhan baru kita mulai yang lainnya lagi,yang terpenting sekarang ilmunya dapat,penghasilan dapat he-he,maaf kawan sya tersenyum.
Dengan modal Rp 150.000,- kita bisa menambah ilmu pengetahuan,bisa ikut menjadi affiliate/reseller,terpokus dengan bagi hasil 40% pak davit,60% untuk kita,benarkah???
Pengiriman transfer uang sangat transparan dan saya telah membuktikannya,beliau mengarahkan kita untuk transfer uang kerekening beliau Rp.60.000,ke reseller yang mengajak kita Rp.90.000,pada waktu itu resekller saya Lisus(Liasusanti)dari bogor

AKHIRNYA
Setelah menjadi member,alhamdulillah kita dituntun dai awal,dari buku 1 samapi buku 11,sampai akhir,bisnis online di bahas tuntas,mudah-mudahan mulai hari ini dan seterusnya tidak kesasar lagi seperti dulu,karena sudah ada kuncinya,tinggal mengembangkan sasja,panduannya enak karena dari pengalaman beliau sendiri dari mulai penghasislan NOL,100RIBU,500RIBU/BULAN DAN SEKARANG SAMPAI MENEMBUS 2 JUTA /HARI,Subhanalloh

Beliau mendapatkan uang tersebut dijelaskan dalam buku ke 7,dari klik iklan dapat uang,diklik orang lain dapat uang,dari transaksi kita dapat uang,semuanya di jelaskan dalam buku 7,cukuplah bagi pemula seperti saya.

TERTARIKKAH SAYA?

“Aku tidak ingin menjadi penonton,hanya melihat kwitansi,rekening bukti transferan yang masuk ke rekening beliau dan reseller lainnya,Aku ingin melihat kwitansi,bukti transferan yang masuk ke dalam tabunganku sendiri,
ORANG LAIN BISA,KITA JUGA YAKIN BISA,”BI IDZNILLAH”

PESANKU

Ikhlas,Dzikir,Pikir,Ikhtiar yang maksimal,pasrah kepadaNya,Syukur padaNya
Dimanapun anda bekerja saai ini,selam itu baik,kerjakannlah jangan di lepas,semoga di beri keberkahan,kemudahan,kelancaran pekerjaan anda oleh Alloh SWT
Kalau ada waktu senggang,silahkan anda mampir situs ku:
http://yadi-bisniskesehatan.blogspot.com atau bisa juga mampir di situsku :
www.RahasiaWebsitePemula.com/?id=yadifzrn

wassalam

http://www.rahasiawebsitepemula.com/?id=yadifzrn


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Selasa, 06 Oktober 2009

Askep stroke

STROKE
*Penatalaksanaan medis*
Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah:
1. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil
2. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan
3. Tanda-tanda vital diusahakan stabil
4. Bed rest
5. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia
6. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
7. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi
8. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik
9. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK
10. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT
11. Penatalaksanaan spesifik berupa:
•Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan, obat hemoragik
•Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan pembedahan, menurunkan TIK yang tinggi

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN STROKE
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d. penumpukan sputum (karena kelemahan, hilangnya refleks batuk) Pasien mampu mempertahankan jalan nafas yang paten.
Kriteria hasil :
a. Bunyi nafas vesikuler
b. RR normal
c. Tidak ada tanda-tanda sianosis dan pucat
d. Tidak ada sputum 1. Auskultasi bunyi nafas
2. Ukur tanda-tanda vital
3. Berikan posisi semi fowler sesuai dengan kebutuhan (tidak bertentangan dgn masalah keperawatan lain)
4. Lakukan penghisapan lender dan pasang OPA jika kesadaran menurun
5. Bila sudah memungkinkan lakukan fisioterapi dada dan latihan nafas dalam
6. Kolaborasi:
•Pemberian ogsigen
•Laboratorium: Analisa gas darah, darah lengkap dll
•Pemberian obat sesuai kebutuhan

2. Penurunan perfusi serebral S.d. adanya perdarahan, edema atau oklusi pembuluh darah serebral Perfusi serebral membaik
Kriteria hasil :
a. Tingkat kesadaran membaik (GCS meningkat)
b. fungsi kognitif, memori dan motorik membaik
c. TIK normal
d. Tanda-tanda vital stabil
e. Tidak ada tanda perburukan neurologis
f. 1. Pantau adanya tanda-tanda penurunan perfusi serebral :GCS, memori, bahasa respon pupil dll
2. Observasi tanda-tanda vital (tiap jam sesuai kondisi pasien)
3. Pantau intake-output cairan, balance tiap 24 jam
4. Pertahankan posisi tirah baring pada posisi anatomis atau posisi kepala tempat tidur 15-30 derajat
5. Hindari valsava maneuver seperti batuk, mengejan dsb
6. Pertahankan ligkungan yang nyaman
7. Hindari fleksi leher untuk mengurangi resiko jugular
8. Kolaborasi:
•Beri ogsigen sesuai indikasi
•Laboratorium: AGD, gula darah dll
•Penberian terapi sesuai advis
•CT scan kepala untuk diagnosa dan monitoring

3. Gangguan mobilitas fisik b.d. kerusakan neuromuskuler, kelemahan, hemiparese Pasien mendemonstrasikan mobilisasi aktif
Kriteria hasil :
a. tidak ada kontraktur atau foot drop
b. kontraksi otot membaik
c. mobilisasi bertahap 1. Pantau tingkat kemampuan mobilisasi klien
2. Pantau kekuatan otot
3. Rubah posisi tiap 2 jan
4. Pasang trochanter roll pada daerah yang lemah
5. Lakukan ROM pasif atau aktif sesuai kemampuan dan jika TTV stabil
6. Libatkan keluarga dalam memobilisasi klien
7. Kolaborasi: fisioterapi

4. Gangguan komunikasi verbal b.d. kerusakan neuromuscular, kerusakan sentral bicara Komunikasi dapat berjalan dengan baik
Kriteria hasil :
a. Klien dapat mengekspresikan perasaan
b. Memahami maksud dan pembicaraan orang lain
c. Pembicaraan pasien dapat dipahami 1. Evaluasi sifat dan beratnya afasia pasien, jika berat hindari memberi isyarat non verbal
2. Lakukan komunikasi dengan wajar, bahasa jelas, sederhana dan bila perlu diulang
3. dengarkan dengan tekun jika pasien mulai berbicara
4. Berdiri di dalam lapang pandang pasien pada saat bicara
5. Latih otot bicara secara optimal
6. Libatkan keluarga dalam melatih komunikasi verbal pada pasien
7. Kolaborasi dengan ahli terapi wicara

5. (Risiko) gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d. intake nutrisi tidak adekuat Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil :
a. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
b. Berat badan dalam batas normal
c. Conjungtiva ananemis
d. Tonus otot baik
e. Lab: albumin, Hb, BUN dalam batas normal 1. Kaji factor penyebab yang mempengaruhi kemampuan menerima makan/minum
2. Hitung kebutuhan nutrisi perhari
3. Observasi tanda-tanda vital
4. Catat intake makanan
5. Timbang berat badan secara berkala
6. Beri latihan menelan
7. Beri makan via NGT
8. Kolaborasi : Pemeriksaan lab(Hb, Albumin, BUN), pemasangan NGT, konsul ahli gizi

6. Perubahan persepsi-sensori b.d. perubahan transmisi saraf sensori, integrasi, perubahan psikologi Persepsi dan kesadaran akan lingkungan dapat dipertahankan 1. Cari tahu proses patogenesis yang mendasari
2. Evaluasi adanya gangguan persepsi: penglihatan, taktil
3. Ciptakn suasana lingkungan yang nyaman
4. Evaluasi kemampuan membedakan panas-dingin, posisi dan proprioseptik
5. Catat adanya proses hilang perhatian terhadap salah satu sisi tubuh dan libatkan keluarga untuk membantu mengingatkan
6. Ingatkan untuk menggunakan sisi tubuh yang terlupakan
7. Bicara dengan tenang dan perlahan
8. Lakukan validasi terhadap persepsi klien dan lakukan orientasi kembali

7. Kurang kemampuan merawat diri b.d. kelemahan, gangguan neuromuscular, kekuatan otot menurun, penurunan koordinasi otot, depresi, nyeri, kerusakan persepsi Kemampuan merawat diri meningkat
Kriteria hasil :
a. mendemonstrasikan perubahan pola hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
b. Melakukan perawatan diri sesuai kemampuan
c. Mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber bantuan 1. Pantau tingkat kemampuan klien dalam merawat diri
2. Berikan bantuan terhadap kebutuhan yang benar-benar diperlukan saja
3. Buat lingkungan yang memungkinkan klien untuk melakukan ADL mandiri
4. Libatkan keluarga dalam membantu klien
5. Motivasi klien untuk melakukan ADL sesuai kemampuan
6. Sediakan alat Bantu diri bila mungkin
7. Kolaborasi: pasang DC jika perlu, konsultasi dengan ahli okupasi atau fisioterapi
8. Risiko cedera b.d. gerakan yang tidak terkontrol selama penurunan kesadaran Klien terhindar dari cedera selama perawatan
Kriteria hasil :
a. Klien tidak terjatuh
b. Tidak ada trauma dan komplikasi lain 1. Pantau tingkat kesadaran dan kegelisahan klien
2. Beri pengaman pada daerah yang sehat, beri bantalan lunak
3. Hindari restrain kecuali terpaksa
4. Pertahankan bedrest selama fase akut
5. Beri pengaman di samping tempat tidur
6. Libatkan keluarga dalam perawatan
7. Kolaborasi: pemberian obat sesuai indikasi (diazepam, dilantin dll)
9. Kurang pengetahuan (klien dan keluarga) tentang penyakit dan perawatan b.d. kurang informasi, keterbatasan kognitif, tidak mengenal sumber Pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakit dan perawatan meningkat.
Kriteria hasil :
a. Klien dan keluarga berpartisipasi dalam proses belajar
b. Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit, pengobatan, dan perubahan pola hidup yang diperlukan 1. Evaluasi derajat gangguan persepsi sensuri
2. Diskusikan proses patogenesis dan pengobatan dengan klien dan keluarga
3. Identifikasi cara dan kemampuan untuk meneruskan progranm perawatan di rumah
4. Identifikasi factor risiko secara individual dal lakukan perubahan pola hidup
5. Buat daftar perencanaan pulang
SUMBER :Hanikami oji'blog

MACAM-MACAM VITAMIN

VIT A:disebut vitamin kecantikan,kulit tetap licin dan halus,menjaga lapisan lendir pa hidung,kerongkongan,dll,untuk pertumbuhan gigi,tulang,menyehatkan mata.vit A dibentuk dari suatu zat kimia yang di sebut karoten,yang terdapat dalam semua sayur daun,wortel,ubi jalar,labu siam,adpokat,semangka,dll,
VIT B:
Vit B1(thiamin):merupakan salah satu vitamin penting yang sangat
diperlukan oleh tubuh,tanpa B1 ,sel tidak dapat menggunakan oksigen
atau bahan bakar untuk tenaga,susunan syaraf tidak dapat
berfungsi,otot otot tidak dapat bekerja sebaik-baiknya.

--
http://yadi-bisniskesehatan.blogspot.com

Rabu, 30 September 2009

Diabetes

ASKEP DM
By hanikamioji
DIABETES MELLITUS
A. Pengertian
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
B. Klasifikasi
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :
1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)
C. Etiologi
1. Diabetes tipe I:
a. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.
2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga
E. Tanda dan Gejala
Keluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM umumnya tidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim.
Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah :
1. Katarak
2. Glaukoma
3. Retinopati
4. Gatal seluruh badan
5. Pruritus Vulvae
6. Infeksi bakteri kulit
7. Infeksi jamur di kulit
8. Dermatopati
9. Neuropati perifer
10. Neuropati viseral
11. Amiotropi
12. Ulkus Neurotropik
13. Penyakit ginjal
14. Penyakit pembuluh darah perifer
15. Penyakit koroner
16. Penyakit pembuluh darah otak
17. Hipertensi
Osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut.
Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.
Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.
F. Pemeriksaan Penunjang
1. Glukosa darah sewaktu
2. Kadar glukosa darah puasa
3. Tes toleransi glukosa
Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)
Bukan DM Belum pasti DM DM
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
1. Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl
G. Penatalaksanaan
Tujuan utama terapi diabetes mellitus adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal.
Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes :
1. Diet
2. Latihan
3. Pemantauan
4. Terapi (jika diperlukan)
5. Pendidikan
H. Pengkajian
? Riwayat Kesehatan Keluarga
Adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?
? Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya
Berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, mendapat terapi insulin jenis apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.
? Aktivitas/ Istirahat :
Letih, Lemah, Sulit Bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun.
? Sirkulasi
Adakah riwayat hipertensi,AMI, klaudikasi, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki yang penyembuhannya lama, takikardi, perubahan tekanan darah
? Integritas Ego
Stress, ansietas
? Eliminasi
Perubahan pola berkemih ( poliuria, nokturia, anuria ), diare
? Makanan / Cairan
Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, haus, penggunaan diuretik.
? Neurosensori
Pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia,gangguan penglihatan.
? Nyeri / Kenyamanan
Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat)
? Pernapasan
Batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergangung adanya infeksi / tidak)
? Keamanan
Kulit kering, gatal, ulkus kulit.
I. Masalah Keperawatan
1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan
2. Kekurangan volume cairan
3. Gangguan integritas kulit
4. Resiko terjadi injury
J. Intervensi
1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual, peningkatan metabolisme protein, lemak.
Tujuan : kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil :
? Pasien dapat mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat
? Berat badan stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya
Intervensi :
? Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi.
? Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.
? Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen / perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum sempat dicerna, pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.
? Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral.
? Libatkan keluarga pasien pada pencernaan makan ini sesuai dengan indikasi.
? Observasi tanda-tanda hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran, kulit lembab/dingin, denyut nadi cepat, lapar, peka rangsang, cemas, sakit kepala.
? Kolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah.
? Kolaborasi pemberian pengobatan insulin.
? Kolaborasi dengan ahli diet.
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik.
Tujuan : kebutuhan cairan atau hidrasi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil :
Pasien menunjukkan hidrasi yang adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urin tepat secara individu dan kadar elektrolit dalam batas normal.
Intervensi :
? Pantau tanda-tanda vital, catat adanya perubahan TD ortostatik
? Pantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul
? Kaji frekuensi dan kualitas pernafasan, penggunaan otot bantu nafas
? Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa
? Pantau masukan dan pengeluaran
? Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung
? Catat hal-hal seperti mual, muntah dan distensi lambung.
? Observasi adanya kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur
? Kolaborasi : berikan terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa, pantau pemeriksaan laboratorium (Ht, BUN, Na, K)
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer).
Tujuan : gangguan integritas kulit dapat berkurang atau menunjukkan penyembuhan.
Kriteria Hasil :
Kondisi luka menunjukkan adanya perbaikan jaringan dan tidak terinfeksi
Intervensi :
? Kaji luka, adanya epitelisasi, perubahan warna, edema, dan discharge, frekuensi ganti balut.
? Kaji tanda vital
? Kaji adanya nyeri
? Lakukan perawatan luka
? Kolaborasi pemberian insulin dan medikasi.
? Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.
4. Resiko terjadi injury berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan
Tujuan : pasien tidak mengalami injury
Kriteria Hasil : pasien dapat memenuhi kebutuhannya tanpa mengalami injury
Intervensi :
? Hindarkan lantai yang licin.
? Gunakan bed yang rendah.
? Orientasikan klien dengan ruangan.
? Bantu klien dalam melakukan aktivitas sehari-hari
? Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi
DAFTAR PUSTAKA
Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.
Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.
Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.
Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.
Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.
Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002

Eksim

Eczema Nummular L

Apakah Eksim Itu?

Eksim atau Dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak anak terutama saat mereka berumur diatas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan.

Apa Saja Gejala Eksim?

Dimanapun lokasi timbulnya eksim, gejala utama yang dirasakan pasien adalah gatal. Terkadang rasa gatal sudah muncul sebelum ada tanda kemerahan pada kulit. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan dan kaki, namun tidak menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain.

Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal atau keropeng. Pada orang kulit putih, daerah ini pada mulanya akan berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat. Sementara itu pada orang dengan kulit lebih gelap, eksim akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga daerah eksim akan tampak lebih terang atau lebih gelap.

Apa Yang Menjadi Penyebab Eksim?

Penyebab dari eksim sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli mencurigai eksim berhubungan dengan aktifitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit. Oleh karena itu, eksim banyak ditemukan pada keluarga dengan riwayat penyakit alergi atau asma.

Tiap tiap orang mempunyai pencetus eksim yang berbeda beda. Ada orang yang setelah memegang sabun atau deterjen akan merasakan gatal yang luar biasa, ada pula yang disebabkan oleh bahan atau alat rumah tangga yang lain. Gejala yang timbul pun bervariasi, ada yang gatalnya ringan tetapi rasa panas yang dominan, ada pula yang sebaliknya. Infeksi saluran nafas bagian atas atau flu juga bisa menjadi pencetus timbulnya eksim. Stress yang dialami penderita akan membuat gejala menjadi lebih buruk.

Meskipun penyembuhan eksim sangat sulit dilakukan, namun pada banyak kasus, pasien dapat mengurangi terjadinya kekambuhan dengan melakukan pengobatan yang tepat dan menghindari iritan/alergen yang menyebabkan eksim. Perlu diingat, penyakit ini tidak menular dan tidak akan menyebar dari satu orang ke orang yang lain.

Bagaimana Cara Pengobatannya?

Tujuan utama dari pengobatan adalah menghilangkan rasa gatal untuk mencegah terjadinya infeksi. Ketika kulit terasa sangat kering dan gatal, lotion dan krim pelembab sangat dianjurkan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kulit masih sedikit basah, seperti saat habis mandi sehingga lotion yang dioleskan akan mempertahankan kelembaban kulit. Kompres dingin juga diduga dapat mengurangi rasa gatal yang terjadi.

Salep atau krim yang mengandung kortikosteroid seperti hydrokortison diberikan untuk mengurangi proses inflamasi atau keradangan. Untuk kasus kasus yang berat, dokter akan memberikan tablet kortikosteroid dan apabila pada daerah eksim telah terinfeksi maka bisa diberikan antibiotika untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat lain yang dibutuhkan adalah antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yang terlalu berat, dan cyclosporin untuk penderita yang tidak berespon terhadap semua jenis pengobatan yang diberikan.

Scratchy4

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :
Jaga kelembaban kulit.
Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
Kurangi Stress.
Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang dan lain lain.
Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.

Baca Juga :

bila ingin iklan gratis silahkan kunjungi situs ini :
http://mauiklangratis.com/program-peluang-bisnis-dan-tips-sehat.html

butuh tenaga kesehatan

LOWONGAN DETAIL

Posisi 1
:
Perawat
Posisi 2
:
Bidan
Posisi 3
:
Asisten Apoteker
Tanggal Posting
:
30-09-2009
Deskripsi Pekerjaan
:

Kriteria Pelamar
:

Keterangan
:

INFORMASI PERUSAHAAN

Nama Perusahaan
:
Rumah Sakit Santo Antonius
Alamat
:
Jl. Koperasi No. 61
Kota
:
Ampenan - LOMBOK
Propinsi
:
Nusa Tenggara Barat
Telepon
:
0370-636767
Contact Person
:
Rosa
Email
:
antoniusamp@yahoo.com

LOWONGAN DETAIL

Posisi 1
:
Bidan
Posisi 2
:
Asisten Apoteker
Posisi 3
:
Perekam Medis
Tanggal Posting
:
30-09-2009
Deskripsi Pekerjaan
:
Sebagai tenaga perawat, bidan, asisten apoteker, perekam medis yang profesional.
Kriteria Pelamar
:
minimal bisa computer program microsoft Office, berbahasa inggris praktis
Keterangan
:
minimal 1 tahun

INFORMASI PERUSAHAAN

Nama Perusahaan
:
Rumah Sakit Santo Antonius
Alamat
:
Jl. Koperasi No. 61
Kota
:
Ampenan - LOMBOK
Propinsi
:
Nusa Tenggara Barat
Telepon
:
0370-636767
Contact Person
:
Rosa
Email
:
antonius@yahoo.com


GASTRITIS

http://www.youtube.com/watch?v=4Qf8XC1QlJk

Gastritis

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search
Gastritis
Classification and external resources

Peptic ulcers are usually a sign of gastritis ICD10 = K29.0-K29.7
ICD-9 535.0-535.5
eMedicine emerg/820 med/852
MeSH [1]

Gastritis is an inflammation of the lining of the stomach, and has many possible causes.[1] The main acute causes are excessive alcohol consumption or prolonged use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (also known as NSAIDs) such as aspirin or ibuprofen. Sometimes gastritis develops after major surgery, traumatic injury, burns, or severe infections. Gastritis may also occur in those who have had weight loss surgery resulting in the banding or reconstruction of the digestive tract. Chronic causes are infection with bacteria, primarily Helicobacter pylori. Certain diseases, such as pernicious anemia, chronic bile reflux, stress and certain autoimmune disorders can cause gastritis as well. The most common symptom is abdominal upset or pain. Other symptoms are indigestion, abdominal bloating, nausea, and vomiting. Some may have a feeling of fullness or burning in the upper abdomen.[2][3] A gastroscopy, blood test, complete blood count test, or a stool test may be used to diagnose gastritis.[4] Treatment includes taking antacids or other medicines, such as proton pump inhibitors or antibiotics, or avoiding hot or spicy foods. For those with pernicious anemia, B12 injections are given.[5]

Contents

[hide]

[edit] Causes and Treatment

[edit] Acute

Erosive gastritis is gastric mucosal erosion caused by damage to mucosal defenses.[2] Alcohol consumption does not cause chronic gastritis. It does, however, erode the mucosal lining of the stomach; low doses of alcohol stimulate hydrochloric acid secretion. High doses of alcohol do not stimulate secretion of acid.[6] NSAIDs inhibit cyclooxygenase-1, or COX-1, an enzyme responsible for the biosynthesis of eicosanoids in the stomach, which increases the possibility of peptic ulcers to form.[7] Also, NSAIDs, such as aspirin, reduce a substance that protects the stomach called prostaglandin. These drugs used in a short period of time are not typically dangerous. However, regular use can lead to gastritis.[8]

Regardless of common misconceptions, "Gastritis" is not related to the skin and nervous condition "Gastroitus" which can affect the spinal cord as well as nerve endings in the lower half of the cerebral cortex. Gastroitus can be identified as a series of inflamed marks on the hand, and is most certainly, not in any way related.

[edit] Chronic

If the cardiac sphincter fails to do its job properly, some stomach acid can escape up the esophagus. This causes very painful "heartburn" or "gastritis" in the chest as the esophageal walls are eroded by the hydrochloric acid. Chronic gastritis refers to a wide range of problems of the gastric tissues that are mainly the result of H. pylori infection.[2] The immune system makes proteins and antibodies that fight infections in the body to maintain a homeostatic condition. In some disorders, the body accidentally targets the stomach, believing it is a foreign protein or pathogen. It makes antibodies against, severely damages, and may even destroy the stomach and/or its lining.[8] In some cases, bile, normally used to aid digestion in the small intestine, will enter through the pyloric valve of the stomach, because it had been removed during surgery or may not work properly. This also leads to gastritis. Gastritis may also be caused by other medical conditions, including HIV/AIDS, Crohn's disease, certain connective tissue disorders, or liver/kidney failure.[9]

[edit] Metaplasia

Mucous gland metaplasia, the reversible replacement of differentiated cells, occurs in the setting of severe damage of the gastric glands, which then waste away (atrophic gastritis), which are progressively replaced by mucous glands. Gastric ulcers may develop; it is unclear if they are the causes or the consequences. Intestinal metaplasia typically begins in response to chronic mucosal injury in the antrum, and may extend to the body. Gastric mucosa cells change to resemble intestinal mucosa and may even assume absorptive characteristics. Intestinal metaplasia is classified histologically as complete or incomplete. With complete metaplasia, gastric mucosa is completely transformed into small-bowel mucosa, both histologically and functionally, with the ability to absorb nutrients and secrete peptides. In incomplete metaplasia, the epithelium assumes a histologic appearance closer to that of the large intestine and frequently exhibits dysplasia.[2]

[edit] Helicobacter pylori

Helicobacter pylori colonizes the stomach of more than half of the world's population, and the infection continues to play a key role in the pathogenesis of a number of gastroduodenal diseases. Colonization of the gastric mucosa with Helicobacter pylori results in the development of chronic gastritis in all infected individuals and in a subset of patients chronic gastritis progresses to complications (i.e. ulcer disease, gastric neoplasias, some distinct extra gastric disorders).[10] However, gastritis has no adverse consequences for most hosts and emerging evidence suggests that H. pylori prevalence is inversely related to gastroesophageal reflux disease and allergic disorders. These observations indicate that eradication may not be appropriate for certain populations due to the potentially beneficial effects conferred by persistent gastric inflammation.[11]

[edit] Treatment

Over-the-counter antacids in liquid or tablet form are a common treatment for mild gastritis. Antacids neutralize stomach acid and can provide fast pain relief. When antacids don't provide enough relief, medications such as cimetidine, ranitidine, nizatidine or famotidine that helps reduce the amount of acid the stomach produces are often prescribed. An even more effective way to limit stomach acid production is to shut down the acid "pumps" within acid-secreting stomach cells. Proton pump inhibitors reduce acid by blocking the action of these small pumps. This class of medications includes omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, and esomeprazole. Proton pump inhibitors also appear to inhibit H. pylori activity.[12] Cytoprotective agents are designed to help protect the tissues that line your stomach and small intestine. They include the medications sucralfate and misoprostol. If NSAIDs are being taken regularly, one of these medications to protect the stomach may also be taken. Another cytoprotective agent is bismuth subsalicylate. In addition to protecting the lining of stomach and intestines, bismuth preparations appear to inhibit H. pylori activity as well. Several regimens are used to treat H. pylori infection. Most use a combination of two antibiotics and a proton pump inhibitor. Sometimes bismuth is also added to the regimen. The antibiotic aids in destroying the bacteria, and the acid blocker or proton pump inhibitor relieves pain and nausea, heals inflammation, and may increase the antibiotic's effectiveness.[13]

[edit] Symptoms

Severe gastritis is possible when the stomach is viewed without symptoms being present and may be present despite only minor changes in the stomach lining. Seniors have a higher likelihood of developing painless stomach damage. They may have no symptoms at all, such as an absence of vomiting or pain, until they are suddenly taken ill with internal bleeding. Pain in the upper abdomen is the most common symptom. The pain is usually in the upper central portion of the abdomen, the "pit" of the stomach. Gastritis pain can occur in the left upper portion of the abdomen and in the back. The pain seems to travel from the belly to the back. The pain is typically vague, but can be a sharp pain. Belching either doesn't relieve pain or only relieves it for a moment. The vomit is either clear, green or yellow, has a bloody streak in it, or is completely bloody, depending on the severity of inflammation. Bloating and a feeling of fullness or burning in the upper abdomen are also signs of moderate gastritis. Severe gastritis presents pallor, sweating, rapid heart beat, feeling faint or short of breath, severe chest or stomach pain, vomiting large amounts of blood, or bloody or dark, sticky, foul-smelling bowel movements. Masking the pain can be achieved by sitting in a hot shower.[14]

[edit] Diagnosis

Typically, a diagnosis is made based on the patients description of his or her symptoms. If a diagnosis is not possible based on these symptoms, however, other methods are used. Tests for blood cell count, H. pylori, and pregnancy; and liver, kidney, gallbladder, and pancreas functions, may be ordered. Urinalysis may be used, or a stool sample taken, to look for blood in the stool. X-rays may be ordered, as well as ECGs. If none of these tests are able to be used for diagnosis, the patient may be recommended to a gastroenterologist. An endoscopy may be performed, where a flexible probe with a camera on the end is sent into the stomach to check for stomach lining inflammation and mucous erosion. At the same time, a stomach biopsy may be taken to test for gastritis and a variety of other conditions.[15]

[edit] References

  1. ^ "Gastritis". University of Maryland Medical Center (University of Maryland Medical System). 2002-12-01. http://www.umm.edu/altmed/articles/gastritis-000067.htm. Retrieved 2008-10-07.
  2. ^ a b c d "Gastritis". Merck. January 2007. http://www.merck.com/mmpe/sec02/ch013/ch013c.html. Retrieved 2009-01-11.
  3. ^ "Gastritis". National Digestive Diseases Information Clearinghouse (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases). December 2004. http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/gastritis/. Retrieved 2008-10-06.
  4. ^ "Gastritis: Diagnostic Tests for Gastritis". Wrong Diagnosis. December 30 2008. http://www.wrongdiagnosis.com/g/gastritis/intro.htm. Retrieved 2009-01-11.
  5. ^ "What is Gastritis?". Cleveland Clinic (WebMD). http://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-gastritis. Retrieved 2009-01-11.
  6. ^ Wolff G (1989). "[Effect of alcohol on the stomach]" (in German). Gastroenterol J 49 (2): 45–9. PMID 2679657.
  7. ^ Dajani EZ, Islam K (August 2008). "Cardiovascular and gastrointestinal toxicity of selective cyclo-oxygenase-2 inhibitors in man" (PDF). J Physiol Pharmacol. 59 Suppl 2: 117–33. PMID 18812633. http://www.jpp.krakow.pl/journal/archive/0808_s2/pdf/117_0808_s2_article.pdf.
  8. ^ a b Siegelbaum, Jackson (2006). "Gastritis". Jackson Siegelbaum Gastroenterolgoy. http://www.gicare.com/pated/ecdgs46.htm. Retrieved 2008-11-18.
  9. ^ "Gastritis". MayoClinic. April 13, 2007. http://www.mayoclinic.com/health/gastritis/DS00488/DSECTION=causes. Retrieved 2008-11-18.
  10. ^ "Helicobacter pylori infection: a clinical overview.". Dig Liver Dis.. August 2008. PMID 18396114. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18396114?ordinalpos=&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.SmartSearch&log$=citationsensor. Retrieved 2009-01-12.
  11. ^ Peek, RM (July 2008). "Helicobacter pylori infection and disease: from humans to animal models.". Dis Model Mech.. PMID 19048053. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19048053?ordinalpos=16&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pubmed.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_DefaultReportPanel.Pubmed_RVDocSum. Retrieved 2009-01-12.
  12. ^ Boparai V, Rajagopalan J, Triadafilopoulos G (2008). "Guide to the use of proton pump inhibitors in adult patients". Drugs 68 (7): 925–47. PMID 18457460.
  13. ^ "Gastritis: Treatment". CNN (CNN.com). 2008. http://www.cnn.com/HEALTH/library/DS/00488.html. Retrieved 2008-11-18.
  14. ^ "Gastritis Symptoms". eMedicinHealth. 2008. http://www.emedicinehealth.com/gastritis/page3_em.htm. Retrieved 2008-11-18.
  15. ^ "Exams and Tests". eMedicinHealth. 2008. http://www.emedicinehealth.com/gastritis/page3_em.htm. Retrieved 2008-11-18.

[edit] See also

klik 30" dapat duit?

Hosting Murah

contoh iklan gratis

http://mauiklangratis.com/program-peluang-bisnis-dan-tips-sehat.html (http://yadi-bisniskesehatan.blogspot.com)